Wednesday, April 20, 2011

Siswa SLB Sulit Pakai Lembar Jawaban

 Siswa SLB Sulit Pakai Lembar Jawaban K11-11 Tidak jauh berbeda dengan peserta Ujian Nasional (UN) pada umumnya, peserta dari SMA Luar Biasa ini tampak serius mengerjakan soal-soal UN 2011 ini. Namun, mereka masih banyak yang kesulitan mengisi lembar jawab komputer (LJK).

MAGELANG, KOMPAS.com – Sama halnya dengan peserta Ujian Nasional (UN) pada umumnya, sebanyak 12 siswa SMA Luar Biasa Yayasan Pendidikan dan Penyantunan Anak Luar Biasa (YPPALB) Kota Magelang, Jawa Timur, tampak serius mengerjakan soal-soal UN. Standarisasi UN untuk SMA Luar Biasa (SMALB) ternyata memang disamakan dengan SMA pada umumnya.

quote 1 Siswa SLB Sulit Pakai Lembar Jawaban
Beberapa siswa tuna rungu kesulitan saat membuat arsiran bulat di lembar jawaban, terutama saat mengisi data siswa.
– Bakir
quote 1 Siswa SLB Sulit Pakai Lembar Jawaban

Kepala Sekolah SMALB YPPALB, Bakir menyebutkan, 12 siswa tersebut meliputi 8 siswa Tuna Rungu (Bagian B) dan 4 siswa Tuna Grahita (Bagian C). Ia menjelaskan, mulai jadwal mata pelajaran, jumlah soal, serta waktu pengerjaan disamakan dengan SMA. Lembar jawaban juga tetap memakai lembar jawab komputer (LJK), pengawasan hingga standar kelulusan pun sama dengan sekolah umum.

"Bedanya hanya pada kurikulum dan bobot soal, untuk mereka tentunya lebih ringan disesuaikan dengan kemampuan mereka," ujar Bakir, Rabu (20/4/2011).

Secara umum, kata Bakir, pelaksanaan UN sejak hari pertama hingga hari terakhir ini (20/4/2011) di SMA Luar Biasa tersebut cukup lancar. Hanya satu hal yang mengakibatkan beberapa siswa kesulitan, yakni ketika mengisi LJK.

Pantauan Kompas.com, terlihat masih ada kesalahan saat membuat arsiran lingkaran di lembar jawaban. Para siswa masih tidak terbiasa dengan lembar jawaban komputerisasi. Penggunaan LJK untuk SMALB memang baru diberlakukan tahun ini.

"Beberapa siswa tuna rungu kesulitan saat membuat arsiran bulat di lembar jawaban, terutama saat mengisi data siswa, antara nama dan arsiran bulatan sering tidak sesuai," tutur Bakir.

Beruntung, kata Bakir, ada toleransi dari pengawas untuk kesalahan pengisian data siswa boleh diperbaiki. Pihak sekolah mengaku telah berinisiatif mengajari para anak didiknya untuk belajar mengarsir lingkaran jauh-jauh hari sebelum ujian.

"Kalau siswa umum, sebelum ujian lebih banyak latihan soal. Namun siswa kami justru lebih banyak latihan mengisi LJK," imbuhnya.