Wednesday, April 20, 2011

DK PBB Diskusikan Krisis Yaman

gKIbGFZ7fE DK PBB Diskusikan Krisis YamanPengunjuk rasa anti-pemerintah Yaman (Foto: Reuters)

NEW YORK - Para anggota Dewan Keamanan (DK) PBB meminta Pemerintah Yaman menahan diri dan mengadakan dialog politik saat melakukan diskusi mengenai tindak kekerasan yang terjadi di negara tersebut.

Namun pertemuan tertutup tersebut, yang merupakan permintaan Jerman, gagal mencapai kesepakatan untuk membuat pernyataan publik mengenai Yaman karena beberapa delegasi ingin berkonsultasi dengan pemerintah pusat mereka.

Pertemuan tersebut didorong oleh insiden penembakan yang dilakukan oleh polisi Yaman terhadap demonstran di dua kota, menewaskan sedikitnya tiga orang seiring dengan unjuk rasa yang ingin mengakhiri kepresidenan Ali Abdullah Saleh.

“Kami khawatir dengan situasi di Yaman yang semakin memburuk. Kami meminta semua pihak di sana menahan diri dan meminta semua pihak di sana untuk mengadakan dialog,” ujar Duta Besar Jerman untuk PBB, Peter Wittig, seperti dilansir Guardian, Rabu (20/4/2011).

Jerman dan Libanon mendesak DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan, namun beberapa delegasi tidak setuju. Salah seorang diplomat mengatakan, negara yang tidak setuju adalah Rusia dan China. Kedua negara tersebut enggan mengambil langkah yang bisa dianggap sebagai campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain.

Aksi protes di Yaman mendorong puluhan ribu orang turun ke jalan hampir setiap hari untuk menuntut diakhirinya endemis kemiskinan dan korupsi. Sejumlah demonstran dilaporkan tewas. Unjuk rasa Yaman terinspirasi oleh aksi protes di Mesir dan Tunisia yang berhasil menggulingkan kekuasaan pemimpin mereka.