Friday, June 17, 2011

Siaran Digital di Indonesia Berkembang


Jakarta - Persaingan di pasar TV kabel berbayar kian seru sejak Telkom dan First Media meluncurkan produk barunya. Telkom baru saja memperkenalkan siaran digital berbasis internet (IPTV), sementara First Media memperkuat layanannya dengan kualitas high definition (HD) sembari bersiap merilis layanan Video on Demand (VoD).

Sebagai konsumen, buah dari persaingan ini tentunya akan menghasilkan siaran dengan kualitas tingkat tinggi. Namun sebagai masyarakat Indonesia, kita sejatinya cuma akan terus menjadi basis konsumen untuk produk-produk asing.

Sejauh ini konten yang sudah siap mengisi siaran digital dengan kualitas HD memang masih itu-itu saja. ESPN, HBO, Cartoon Network, dan produk-produk asing lainnya. Belum ada konten lain buatan dalam negeri yang mampu menyaingi, atau setidaknya bisa berdiri sejajar dalam hal penyajian konten.

Nah, kenyataan miris itu untungnya disadari oleh Telkom dan First Media. Kedua perusahaan negara dan swasta ini tergugah untuk mengangkat industri konten lokal agar bisa ikut 'naik kasta' di era siaran digital.

'Industri pay TV di Indonesia nggak maju-maju karena kurang konten lokal. Masak kita mau terus-terusan didominasi asing,' kata Direktur Utama Telkom Vision Elvizar KH saat menggandeng 14 produsen film lokal dan 8 perusahaan rekaman musik Indonesia agar bisa ikut menyumbangkan karyanya dalam Groovia TV, layanan IPTV milik Telkom.

Pemahaman yang sama juga diutarakan oleh Dicky Moechtar, Direktur Penjualan First Media. Menurutnya, di masa depan, yang menjadi tantangan para penyedia layanan bukan lagi dari sisi infrastruktur, namun dari ketersediaan konten.

'Di bisnis triple play, bandwidth turun. Sementara konten makin mahal. Untuk mendapatkan konten seperti film-film asing kita musti pintar-pintar nego. Apalagi sharing revenue dengan asing naik terus dengan persentase saat ini 40:60. Lebih baik porsinya kita alihkan saja sebagian untuk konten lokal,' kata dia.

Dicky pun menantang para penyedia konten lokal agar mampu menghasilkan karya terbaiknya. 'Sekarang tunggu apalagi, kesempatan sudah dibuka lebar. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Kalau ada startup lokal mau tampil dan tak punya media untuk menayangkan kontennya, silakan datang ke First Media.'

First Media yang baru saja menerima dua penghargaan, Indonesia’s Most Admired Companies 2011 untuk kategori Pay TV serta First Winner Word of Mouth Marketing Award kategory Fix Internet Service untuk produk FastNet, tengah menyiapkan peluncuran layanan VoD berbasiskan teknologi HD dalam waktu dekat.

'Itu sebabnya, kami merasa perlu meningkatkan konten-konten menarik. Tak hanya dari asing, tapi juga konten dalam negeri. Tak masalah meskipun itu film indie, mereka juga harus diberi kesempatan,' pungkas Dicky.